Gak Cukup Aku Dikhianati Suami dan Temanku Sendiri, Putriku pun Disakiti Oleh Neneknya Sendiri!

Baca Juga

Aku dan suamiku mulai berpacaran semenjak kami masih kuliah tahun ketiga. Setelah lulus, kami pun membuka usaha bersama-sama dan akhirnya usaha kami menjadi besar setelah melewati perjuangan yang sulit bersama. Jika boleh jujur, aku memang lebih punya kemampuan dibandingkan suamiku da teman-temanku pun sering berkomentar kalau suamiku itu hanya bisa bergantung padaku.  Tetapi aku selalu mengatakan bahwa suamikulah yang merencanakan setiap usaha kami dan aku cuma menjalankannya saja.


Setelah beberapa tahun menikah, aku pun melahirkan seorang putri dan sejak saat itu aku pun cuti dari perusahaan kami untuk merawat putri kami. Namun segala urusan yang penting masih aku urus dari rumah. Setelah 3 tahun berlalu, aku pun memutuskan untuk memiliki anak lagi karena mertuaku ingin sekali punya cucu laki-laki. Baru saja aku ingin memiliki anak lagi, tragedy yang menyakitkan hatiku dan anakku ini pun terjadi.

Aku mempunyai teman kuliah sebut saja namanya Nana yang tiba-tiba mengunjungi rumahku pada satu hari.  Nana sendiri sering pergi bersama denganku dan suamiku ketika kami kuliah bahkan hingga sekarang. Hari itu, hal yang dikatakan Nana benar-benar membuatku emosi sekaligus sedih.


"Aku sedang mengandung anak suamimu," kata Nana sambil menatapku dalam-dalam.

"Terus, sekarang kamu mau gimana?" aku balik membalas dia sambil berusaha mengontrol ekspresi mukaku.

"Berikan aku 1M atau kalo gak, kamu ceraikan saja suamimu. Aku bisa menjaga Andi baik-baik," jawabnya terlihat sangat percaya diri dan yang paling gak bisa aku terima, dia menyebut nama suamiku dengan sebutan Andi dimana hanya aku yang boleh memanggilnya seperti itu.Aku hanya bisa tertawa mendengar permintaannya ini, benar-benar gak tahu malu! Aku pun menyuruhnya pulang setelah itu, dan sepulangnya suamiku dari kantor aku pun mendiskusikan hal ini cukup lama dengannya. Akhirnya suamiku pun mengaku kalau dia telah selingkuh dengan Nana dan dia ingin bercerai denganku, hanya dia tidak berani bercerai denganku karena akulah yang memegang perusahaan kami.

Kondisi rumah pun menjadi semakin panas beberapa hari setelahnya. Ternyata yang menjodohkan Nana dan suamiku itu adalah mertuaku sendiri! Aku benar-benar tidak percaya dengan fakta ini! Mertuaku ingin aku segera bercerai dengan suamiku dan dia mengambil putriku yang masih berusia 3 tahun ini untuk mengancamku. Mertuaku memasukkan tangan putriku ke dalam air panas dan meminta bercerai dengan suamiku pada saat itu juga. Aku beneran sudah gak tahan melihat perlakuan mereka terhadapku, apalagi terhadap putri kecilku. Aku pun langsung memutuskan untuk bercerai.

Setelah proses perceraian dan pembagian harta selesai dilakukan, aku pun keluar dari rumah itu bersama dengan putriku. Aku pun sengaja menutup perusahaan kami dan membuka perusahaan yang baru tanpa mantan suamiku. Investor kami pun memutuskan untuk tetap bekerjasama denganku, sehingga usaha perusahaanku bisa tetap berjalan.

Belum tiga bulan semenjak kejadian itu, kehidupan mantan suamiku, Nana serta mantan mertuaku tiba-tiba melarat seketika. Perusahaan yang dibangun suamiku bangkrut total dan akhirnya membuat dia hutang sana-sini. Nana pun akhirnya ingin minta cerai darinya dan membuang mantan mertuaku yang sekarang sakit-sakitan. Suamiku pernah beberapa kali mencariku kembali untuk bekerjasama dan dia bahkan pernah meminta untuk rujukan kembali denganku. Benar-benar gak tahu malu sama sekali! Untuk apa aku kembali dengan dia yang dulu pernah mencampakkanku? Untuk mengurus ibunya yang sekarang udah sekarat? Plis deh, aku bukan orang yang sebodoh itu.


sumber : cerpen.co.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gak Cukup Aku Dikhianati Suami dan Temanku Sendiri, Putriku pun Disakiti Oleh Neneknya Sendiri!"

Post a Comment

REKOMENDASI